Tuesday, March 14, 2023

Refleksi Akhir PPL 1 - Silvia Ginta Kirana



Hasil Refleksi

 

Kegiatan refleksi pada siklus 3 ini menggunakan perencanaan pada pertemuan ke 8, dimana kegiatan refleksi dilakukan dua kali yaitu pada saat sebelum pembelajaran dan pada saat setelah pembelajaran yang ditanyakan secara lisan.Kegiatan refleksi diambil dari materi pada pertemuan sebelumnya yaitu mengenai komunikasi lisan mengenai jenis rapat, kemudian berlatih membuat dialog telephone yang dikirim melalui e-mail, kemudian menanyakan praktik perkantoran apa yang ingin peserta didik?

Hasil refleksi menunjukkan sebagian besar peserta didik ingin praktik bertelephone, menggunakan mesin penghancur kertas, laminating dan mesin ketik manual. Setelah hasil refleksi peserta didik saya konsultasikan dengan guru kela, maka guru kelas mengarahkan untuk praktik bertelephone. Dan materi berikutnya adalah masuk pada materi sistem informasi manajemen dan komunikasi kantor. Untuk itu agar pembelajaran dapat berjalan efektif maka dapat dilakukan implementasi koneksi antar materi sebagai berikut :

1.      Belajar sarana komunikasi modern yaitu video conference membuat jadwal zoom dan google meet.

2.      Komunikasi lisan dengan cara persentasi menyiapkan bahan untuk dipersentasikan yaitu materi tentang zoom atau google meet.

3.      Serta koneksi materi bertelephone di sela waktu pembuatan tugas.

Kemudian pada proses pembelajaran, guru model telah menanyakan bagaimana perasaan peserta didik saat itu menerapkan koneksi antar materi?

Peserta didik merasa antusias dalam menyelesaikan tugasnya karena sebelumnya belum pernah dilakukan, dan peserta didik dapat menyimpulkan bahwa dalam menyelesaikan tugas harus cepat tanggap karena saat bekerja dilapangan nantinya akan ada lebih banyak pekerjaan yang menumpuk, belajar fokus, meskipun melelahkan namun mereka merasa senang dan waktu tidak terasa berlalu begitu cepat. Selain itu, salah satu peserta didik juga menyampaikan mereka tidak merasa tertekan karena apabila ada kendala atau hambatan dapat meminta bantuan dengna guru model tanpa rasa takut atau canggung.




Rencana Tindak Lanjut

 

Berdasarkan hasil refleksi peserta didik yang telah dilakukan di atas, beberapa rencana tindak lanjut pada pertemuan berikutnya antara lain :

1.      Konsistem menerapkan program membaca secara berkala dan mempertahakan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran.

2.      Membuar perencanaan menyesuaikan dengan kemampuan kognitif peserta didik, minat dan gaya belajar peserta didik dengan memberinya tawaran beberapa opsi namun kendali tetap dipegang oleh guru model sebagai fasilitator mempertimbangkan berbagai aspek.

3.      Menerapkan pembelajaran koneksi antar materi yang efektif namun tidak memberatkan peserta didik sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman.

4.      Mengambil tindakan dari bagaimana pemahaman peserta didik pada rencana tindak lanjut sebelumnya mengenai perbedaan setelah dibiasakan melakukan kegiatan literasi dengan kebiasaan tidak melakukan kegiatan literasi.

5.      Menjadi pendengar yang baik untuk seluruh peserta didik.

6.      Berfokus pada kualitas belajar dengan proses pembelajaran yang senantiasa menarik untuk itu perlu dilakukan sharing secara berkala dengan rekan PPL, guru maupun dengan para senior lainnya serta memperkaya pengetahuan memanfaatkan platform gawai.

7.      Mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, disesuaikan dengan zamannya sehingga tidak lagi pembelajaran yang konvensional.

 


Monday, March 13, 2023

Pengukuran Pemahaman Belajar Peserta Didik (Assessment) Topik 5 - Silvia Ginta Kirana


TOPIK 5

MULAI DARI DIRI

PENGUKURAN PEMAHAMAN BELAJAR PESERTA DIDIK

Mata Kuliah       : Pemahaman Tentang Peserta Didik Dan Pembelajarannya

Pengampu          : Dr. Beni Habibi, M.Pd

Nama                 : Silvia Ginta Kirana

NPM                  : 1922730158

Prodi                  : Pendidikan Ekonomi PPG Prajabatan Gelombang 2


1. Silahkan tuangkan rangkuman hasil sharing dan diskusi anda bersama pasangan menceritakan situasi pengalaman dan harapan situasi ujian!

Pernahkah anda stres di sekolah karena menghadapi ujian? 

Hal apa yang membuat anda stres ketik menghadapi ujian?

Jenis atau bentuk ujian seperti apa yang membuat anda stress?

Saat pengalaman ujian di sekolah, tidak jarang saya merasa tidak siap dalam mengikuti ujian hal itu saya rasakan apabila saat awal akan melaksanakan ujian karena saat awal biasanya saya belum bisa memahami tipe/jenis soal apa yang kemungkinan akan muncul, selain itu apabila soal dibuat dalam bentuk pilihan ganda namun multiple choice yang dibuat merupakan sinonim sehingga dapat dijadikan sebagai pengecoh jawaban akan mempersulit dalam memilih jawaban yang paling tepat.

Pernahkah anda merasa diap sekali menghadapi ujian di sekolah?

Hal apa yang membuat anda merasa sangat siap ketika menghadapi ujian?

Jenis atau bentuk ujian seperti apa yang membuat anda siap ujian?

Sedangkan apabila sudah dilaksanakan beberapa kali dengan tipe soal yang sama akan mempengaruhi kesiapan mental dalam menghadapi ujian. Cara untuk memahami tipe soal yang kemungkinan akan muncul maka seorang guru perlu memberikan kisi-kisi serta memperbanyak jenis latihan soal. Jenis atau bentuk ujian yang membuat saya siap yaitu bentuk uraian yang diberikan jawaban pemantik misalnya untuk menjelaskan, jika diminta untuk sebut dan jelaskan menurut saya terlalu berat apabila saya tidak begitu memahami isi materinya terlebih lagi harus menghafal point’ yang harus disebutkan. Namun jika diminta untuk menjelaskan saja maka saya dapat mengembangkan pemahaman saya berdasarkan teori yang saya peroleh selama pembelajaran dipadukan dengan penggunaan kalimat berdasarkan pemahaman sendiri.

Harapan

Jika anda sebagai siswa diberikan kesempatan untuk memilih ujian untuk menilai pemahaman diri atas materi yang sudah dirikan guru, maka :

Bentuk ujian seperti apa yang tidak membuat anda stres?

Kapan sebaiknya soal ujian tersebut diberikan kepada anda?

Bentuk ujian yang tidak membuat saya stres sejujurnya dalam bentuk uraian, namun memang apabila dilihat dari segi sudut pandang guru maka dalam melakukan asesmen akan membutuhkan waktu dan effort yang lebih. Apabila soal ujian dibuat dalam bentuk pilihan ganda, agar saya tidak merasa stres maka saya perlu memahami lebih lanjut mengenai kisi-kisi sebagai persiapan untuk mengerjakan ujian. Sebaiknya sebelum akan melaksanakan ujian maka dapat disampaikan terlebih dahulu kapan waktu pelaksanaan ujian, kemudian soal ujian dapat diberikan sesuai waktu yang telah ditentukan.

2.    Tuliskan ekspektasi Anda setelah mempelajari topik ini!

Ekspektasi saya setelah mempelajari topik in tentu sesuai dengan tujuan pembelajaran pada topik 5 pengukuran pemahaman belajar peserta didik (assessment) mata pelajaran pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya, diantaranya :

-          Mampu membuat rencana pengukuran yang dilakukan selama pembelajaran di sekolah

-          Mampu melakukan proses evaluasi diri dan refleksi sebagai salah satu alat pengukuran

-          Mampu menunjukkan ketrampilan observasi dan pedagogik


Wednesday, March 1, 2023

TOPIK 4 _PPDP_KAM_Silvia Ginta Kirana_1922730158

TOPIK 4

KONEKSI ANTAR MATERI

KERANGKA STRATEGI

Mata Kuliah       : Pemahaman Tentang Peserta Didik Dan Pembelajarannya

Pengampu          : Dr. Beni Habibi, M.Pd

Nama                 : Silvia Ginta Kirana

NPM                  : 1922730158

Prodi                  : Pendidikan Ekonomi PPG Prajabatan Gelombang 2


               Pembelajaran Berdiferensiasi(developmentally appropriate practice)

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap murid mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan tindakan yang masuk akal yang nantinya akan diambil, karena pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar dengan yang kurang pintar.

Jika dikaitkan antara pembelajaran berdiferensiasi dengan pemahaman peserta didik dan pembelajarannya dan folosofi pendidikan Indonesia makan di dapatkan beberapa korelasi antara lain :

a.  Dalam mata kuliah pemahaman peserta didik dan pembelajarannya Terdapat teori perkembangan anak untuk menentukan karakteristik peserta didik yg dapat digunakan sebagai acuan strategi pembelajaran yg efektif dan berpihak pada peserta didik.

b.  Menurut Ki Hadjar Dewantara Pembelajaran harus disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman dari peserta didik. Ini menjadi salah satu dasar pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia.

c. Setiap anak memiliki pribadi yang unik dimana ia membawa bakat, minat, kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui hal tersebut, pendidik dapat melakukan observasi profilling peserta didik yang dipelajari pada mata kuliah pemahaman peserta didik dan pembelajarannya


          Pengajaran Responsif Kultur (culturally responsive pedagogy)

Culturally responsive pedagogy adalah pendidikan yang menekankan pada keterkaitan antara pendidikan dan dimensi sosial budayanya. Pendidikan tanggap budaya adalah model pendidikan teoritis yang tidak hanya bertujuan meningkatkan prestasi peserta didik, tetapi juga membantu siswa menerima dan memperkokoh identitas budayanya. Menurut Ladson-Billing (1995) terdapat tiga proposisi pendidikan tanggap budaya, yakni:

1)   Peserta didik mencapai kesuksesan akademis
2)   Peserta didik mampu mengembangkan, dan memiliki kompetensi budaya 
     (cultural competence) 
3)   Peserta didik membangun kesadaran kritis (critical consciousness)
     sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam merombak tatanan sosial yang tidak adil.

Koneksitas Pengajaran yang Responsif Kultur dengan Konteks Pendidikan

a.         Ditetapkannya batik sebagai salah satu seragam wajib

Batik adalah simbol kebudayaan asli milik Indonesia. Maka tak heran penggunaan batik dianjurkan pada setiap kegiatan penting, terlebih kain batik bisa dirancang untuk penggunaan sandang masyarakat. Dalam lingkungan sekolah, penggunaan seragam batik adalah bentuk pelestarian budaya sejak dini. Dengan penggunaan batik tersebut, harapannya para siswa akan selalu mengingat batik sebagai budaya Indonesia dan menumbuhkan kebanggaan dalam pemakaiannya. Walaupun mungkin bagi pelajar sudah diatur seragam resminya yang diatur negara, pakaian batik bisa menjadi selingan seragam dari biasanya.

b.    Adanya mata pelajaran muatan lokal (Mulok)

              Berdasarkan Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014, mulok adalah bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik terbentuk pemahamannya terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya.

c.    Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

           Kegiatan kurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pada P5 ini peserta diidk diharapkan mampu menampilkan karya yang mengusung budaya khas Indonesia. Pentingnya kearifan lokal dijadikan sebagai salah satu komponen dalam pendidikan guru di tanah air terkait dengan upaya untuk memperluas wawasan dan kompetensi budaya pendidik dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu, pemahaman guru yang benar mengenai berbagai dimensi kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat membantu guru untuk mengapresiasi keragaman perspektif tersebut, bukan menjadikannya sebagai stereotip yang menyudutkan peserta didiknya.


Koneksitas Pengajaran yang Responsif Kultur Kehidupan sehari-hari

Kaitannya berdasarkan kehidupan sehari-hari, pendidikan tanggap budaya dapat terlihat dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Gita dkk, 2021 pendidikan tanggap budaya di ruang kelas sangat diperlukan karena dengan adanya pendidikan tersebut bisa membuat karakter peserta didik menjadi semakin baik dan memberikan respon yang positif terhadap suatu perbedaan. Proses pengembangan pendidikan tanggap budaya berujuan agar terjadi kemajuan terhadap budaya Indonesia dan di satu sisi juga dapat mencapai tujuan pendidikan seperti mengembangkan perilaku terpuji yang sejalan dengan nilai budaya, menanamkan jiwa pemimpin serta berwawasan kebangsaan. Hal penting dari pendidikan tanggap budaya bagi adalah peserta didik mampu mengembangkan kompetensi budaya, membuat peserta didik memiliki pemahaman yang kritis, menghargai perbedaan serta karakter peserta didik juga akan semakin baik. Jika peserta didik merasa asing dari  budayanya maka dia kurang mengenal secara baik budaya milik bangsa dan tidak mengenal dirinya tersebut sebagai bagian dari anggota budaya bangsa (Jaenudin, 2010). Sangat diperlukan adanya budaya belajar yang bisa lebih memberdayakan siswa.

 

          Pengajaran Sesuai Level (teaching at the right level)

Teaching at right level (TaRL) merupakan pendekatan belajar yang tidak mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan peserta didik. Teaching at right level (TaRL) dapat menjadi jawaban dari persoalan kesenjangan pemahaman yang selama ini terjadi dalam kelas. Teaching at the Right Level adalah salah satu semangat di merdeka belajar, dimana pengajaran pada peserta didik disesuaikan dengan tingkat capaian atau kemampuan awalnya. Guru melakukan asesmen terhadap level pembelajaran peserta didik, mengelompokkannya sesuai dengan yang memiliki tingkat capaian dan kemampuan yang serupa, dan memberikan intervensi pengajaran dan beragam aktivitas pembelajaran sesuai dari level pembelajarannya tersebut, bukan hanya melihat dari usia dan kelasnya. Mengajarkan kemampuan dasar yang perlu dimiliki peserta didik dan menelusuri kemajuannya. Strategi yang menggunakn prinsip Pengajaran Sesuai Level (teaching at the right level) sesuai mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen yang Efektif.

Jika dikaitkan dengan mata kuliah prinsip pembelajaran dan asesmen yang efektif 1 maka dapat ditarik benang merah sebagai berikut :

Pendekatan pembelajaran didasarkan pada tingkat kemampuan peserta didik sehingga membutuhkan asesmen yg efektif untuk mengukur kemampuan peserta didik. Dalam mata kuliah prinsip pengajaran dan asesmen efektif 1 terdapat dua bentuk asesmen yaitu asesmen sumatif dan formatif. Dalam asesmen formatif terdapat asesmen diagnosti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik sehingga dapat menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan.

 

 


Monday, February 27, 2023

MULAI DARI DIRI - TOPIK 3 - PROYEK KEPEMIMPINAN 1

 

Mata Kuliah                : Proyek Kepemimpinan I

Dosen Pengampu        : Prof. Dr. Sitti Hartinah DS, MM.

Nama Mahasiswa        : Silvia Ginta Kirana

NPM                           : 1922730158

Prodi                           : PPG Prajabatan Pendidikan Ekonomi Gel. 2

 

T3 - Mulai Dari Diri

 

1.    Langkah-langkah sistematis yang telah saya ketahui sebelum memulai suatu projek (kegiatan/program).

Menurut saya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai suatu projek (kegiatan/program) agar dapat berjalan dengan lancar, berkelanjutan, dan dapat memberikan perubahan yang bermakna bagi komunitas sasarannya. Beberapa hal tersebut adalah:

·         Membentuk tim pelaksana

Membentuk tim (panitia), siapa saja yang menjadi penanggungjawab projek, bagaimana jobdesk dari masing-masing anggota disesuaikan dengan kemampuannya yang dapat mendukung terlaksananya projek.

·         Analisis projek

Setelah pembentukan tim pelaksana, adakan rapat perdana untuk melakukan analisa mendalam dalam sebuah forum diskusi. Bagaimana pemetaan masalah, tempat dan objek sasaran.

·         Ide dasar

Dalam proses penyusunan projek juga harus menentukan ide dasar/Prakarsa, baik dari usul individu tim pelaksana maupun kesepakatan bersama dari hasil diskusi. Projek mana yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan dengan pertimbangan urgensinya.

·         Menentukan tujuan

Tentukan tujuan projek, apa alasan projek tersebut harus dilaksanakan, kaitkan dengan latar belakang urgensi projek di komunitas sasaran yang sudah dikomunikasikan sebelumnya.

·         Indikator keberhasilan

Tentukan indikator keberhasilan projek agar dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan memiliki arahan yang jelas, dapat dengan mudah direfleksi dan memberikan perubahan yang bermakna bagi komunitas sasaran.

·         Menentukan model, metode dan materi

Tentukan bagaimana model, metode, dan materi disetiap proyek. Sehingga proyek dapat terlaksana dengan jelas, dan pihak yang terlibat juga mendapatkan informasi yang jelas dalam pelaksanaannya.

·         Alokasi dana, tempat dan waktu

Melakukan pemetaan rancangan projek, seperti rancangan kegiatan, target, alokasi waktu, rancangan anggaran dana, tempat kegiatan, pihak-pihak luar yang terlibat, dan sebagainya.

·         Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan/program/projek dimana seluruh tim pelaksana dan pihak yang terkait bekerja sesuai jobdesk masing-masing.

·         Evaluasi

Sebagai proses refleksi bagaimana program tersebut terlaksana, sebagai langkah perbaikan untuk projek berikutnya.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar rencana kegiatan/program dapat berjalan dengan baik yaitu:

·         Kerja sama tim yang baik, termasuk bagaimana koordinasinya dari tahap persiapan, pelaksanaan, sampai evaluasi dan laporan pertanggungjawaban. Disini penting sekali menentukan orang yang kompeten di bidangnya, sehingga dapat menyelesaikan tugasnya secara profesional.

·         Cuaca dan suasana yang mendukung program, inilah pentingnya kita mengalokasikan rencana cadangan, supaya program tetap terlaksana meskipun keadaan cuaca tidak dapat diprediksi secara tiba-tiba.

·         Dana dan logistik yang mencukupi sehingga baik dari panitia maupun dari peserta dapat melaksanakan kegiatan dengan baik.

Tantangan yang dihadapi dari proses perencanaan kegiatan/program :

Tantangan yang dihadapi dari proses perencanaan kegiatan/program adalah bagaimana supaya kegiatan/program dapat berjalan dengan baik, dan melampaui target yang telah ditetapkan, sehingga kegiatan/program tersebut dapat memberikan kebermanfaatan bagi pelaksana maupun bagi peserta.

Friday, February 17, 2023

PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING PPL SIKLUS 1

 

Dosen Pendamping Lapangan : Neni Hendaryati, M. Pd

Guru Pamong                          : Tri Wagiyati S. Pd

Nama Mahasiswa                    : Silvia Ginta Kirana

NPM                                        : 1922730158

Program Studi                         : Pendidikan Ekonomi PPG Prajabatan Gelombang 2

 

RUANG KOLABORASI

PRAKTIK PEMBELAJARAN TERBIMBING PPL 1

DI SMK N 1 DUKUHTURI

Pelaksanaan praktik pembelajaran terbimbing PPL Siklus 1 di SMK N 1 Dukuhturi alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Pada pelaksanaannya mahasiswa PPG Prajabatan mendapatkan bimbingan yang terarah dengan penuh kesabaran membimbing setiap tahapannya dari guru pamong dan guru mata pelajaran sehingga saya merasa sangat terbantu. Sejauh ini seluruh pihak sekolah pun dapat bekerja sama dalam memberikan dukungan terbaik agar pelaksanaan kegiatan PPL dapat berjalan dengan lancar. Selain itu saya juga mendapat dukungan yang positif dari peserta didik yang saya ampu yaitu kelas X MPLB 2 karena peserta didik di kelas tersebut sebagian besar responsif serta memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Untuk itu menciptakan kelas yang menyenangkan dari setiap pertemuan merupakan tantangan yang harus saya persiapkan jauh hari melalui modul ajar yang berpedoman pada kurikulum merdeka. Semoga kedepannya pelaksanaan PPL ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat untuk semuanya dan berikutnya menjadi lebih baik tentunya.

Gambar 1. Potret peserta didik X MPLB 2


 

 

Friday, February 3, 2023

Refleksi Pengalaman Masa di Sekolah Proyek Kepemimpinan Topik 2 Mulai Dari Diri - Silvia Ginta Kirana - Ekonomi - 1922730158

 

Mata Pelajaran          : Proyek Kepemimpinan 1 – T2 – Mulai Dari Diri

Dosen Pengampu      : Prof. Dr. Sitti Hartinah DS, MM

Disusun Oleh             : Silvia Ginta Kirana

NPM                           : 1922730158

Jurusan                      : Pendidikan Ekonomi PPG Prajabatan Gelombang 2

TOPI PUTIH (FAKTA - PERISTIWA)

Pengalaman nyata di masa sekolah yang paling saya sukai yaitu saat saya menjadi mahasiswi Universitas Negeri Semarang semester 5. Pihak yang terlibat terdiri dari 14 orang. Dimana pada semester tersebut kami merasakan kuliah kerja nyata di Desa Getasan Kabupaten Salatiga. Kuliah kerja nyata ini berlangsung selama kurang lebih delapan bulan mulai dari persiapan pembentukan kelompok  karena kami mengambil kuliah kerja nyata kemitraan atau KKN di bawah penelitian dosen yaitu di bawah naungan dosen fakultas ekonomi dan dosen fakultas teknik. Perencanaan mulai dari pengajuan proposal hingga pelaksanaannya kami menghabiskan waktu 8 bulan, sedangkan untuk pelaksanaan menginap di warga desa yaitu selama 45 hari. Gambaran yang masih terlihat jelas menurut saya hingga saat ini yaitu jiwa solidaritas yang tinggi. Selama kami mengenal satu sama lain, jarang bahkan tidak pernah kami memiliki permasalahan yang serius. Artinya, mereka mampu memisahkan antara masalah pribadi dengan masalah tim. Mampu bersikap professional terhadap setiap tanggung jawab, perasa yang baik, peka terhadap situasi unutk saling bahu membahu satu sama lain.

TOPI MERAH (PERASAAN )

Perasaan positif yang muncul ketika kembali mengingat peristiwa tersebut tentu merasa senang, terkadang ingin mengulangi kembali moment tersebut. Bahkan saat ini jika merasa kangen akan peristiwa itu kami saling bertegur sapa di dalam room chat via Whats’App sehingga komunikasi mash terjalin dengan baik hingga sekarang.

TOPI KUNING (MANFAAT)

Pembelajaran konkret yang dapat diambil sehingga membawa dampak positif bagi diri saya hingga sekarang sangatlah banyak, diantaranya :

1.      Bertanggung jawab

Misalnya saja berkaca pada teman-teman dalam kelompok ketika diberikan suatu tanggung jawab akan program kerja dari desa atau program kerja dari dosen hal itu menjadi sebuah pelajaran ketika program rencana kerja teresbut berhasil. Atau jika program rencana kerja kami tidak berhasil akan menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang kembali pada program berikutnya. Dalam bekerja secara kelompok, yang melibatkan kehidupan masyarakat, serta tokoh penting masyarakat sangat memberikan saya pelajaran bahwa setiap tindakan yang kita lakukan harus berusaha maksimal, dengan cara ikhlas serta belajar dalam tutur bahasa mengikuti lawan bicara kita.

2.      Manajemen waktu

Ada banyak sekali kegiatan program rencana kerja yang harus dilaksanakan, dalam satu hari rata rata terdapat 6 program kerja sehingga saya harus pandai-pandai mengatur waktu.

3.      Melatih Jiwa Leadership

Ketika kita dihadapkan oleh suatu hal ada kalanya kita yang menjadi pemimpinnya, misalnya saja saat saya diberikan tanggung jawab sebagai pengelola gerai UMKM Geplak Waluh Getasan Salatiga

4.      Pribadi yang baik

Banyak dekali definisi menjadi pribadi yang baik. Namun satu prinsip saya bahwa untuk menjadi lebih baik maka setidaknya hari ini lebih baik dari pada hari kemarin.

TOPI HIJAU (INOVASI – PENERAPAN KE DEPAN)

Ide kreatif dan tindakan konkret yang telah dan terus akan saya lakukan sebagai wujud nyata pengejawantahan pembelajaran yang saya dapatkan yaitu saya ingin sekali dapat berpartisipasi untuk turut serta membantu memajukan para pelaku usaha terutama pelaku usaha UMKM.

TOPI HITAM (TANTANGAN)

Yang menjadi tantangan bagi saya untuk mewujudkan niatan baik tersebut adalah komitmen pada diri sendiri. Tantangan berfikir kreatif karena pelaku UMKM perlu banyak inovasi agar dapat berdayasaing.

TOPI BIRU (BERFIKIR METAKOGNISI)

Peristiwa tersebut membuat saya merasa positif karena banyak sekali kejadian atau peristiwa diluar dugaan kemudian saya mengamati bagaimana orang disekitar menghadapi masalah tersebut secara positif. Mengenai emosionalnya, cara mengambil keputusan, bagaimana saat terjadai banyak perbedaan pendapat, bagaimana dalam menengahi suatu masalah. Dalam tugas in idiminta menangkap hal positif karena harapannya bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki jiwa visioner yang positif.

MULAI DARI DIRI TOPIK 5 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI_SILVIA GINTA KIRANA_1922730158

MULAI DARI DIRI – TOPIK 5 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI   1.         Apa saja yang harus dievaluasi untuk pembelajaran berdiferensiasi?...